Tekst piosenki
{{Song||Ebiet G. Ade|star=Green}}
by [[Ebiet G. Ade]]
:Kabut, sengajakah engkau mewakili pikiranku?
:pekat, hitam berarak menyelimuti matahari
:aku dan semua yang ada di sekelilingku
:merangkak menggapai dalam gelap
:Mendung, benarkah pertanda akan segera turun hujan?
:deras, agar semua basah yang ada di muka bumi
:siramilah juga jiwa kami semua
:yang tengah dirundung kegalauan
:Roda jaman menggilas kita terseret tertatih-tatih
:sungguh hidup terus diburu berpacu dengan waktu
:tak ada yang dapat menolong selain yang di sana
:tak ada yang dapat membantu selain yang di sana
:Dialah Tuhan
:Dialah Tuhan
:Roda jaman menggilas kita terseret tertatih-tatih
:sungguh hidup terus diburu berpacu dengan waktu
:tak ada yang dapat menolong selain yang di sana
:tak ada yang dapat membantu selain yang di sana
:Dialah Tuhan
:Dialah Tuhan
:ho ho ho... ho ho ho Tuhan
:ho ho ho
:hm hm hm Tuhan
:ho ho ho Tuhan
:ho ho ho
{{Song Footer
|f Letter=M
|artist=Ebiet G. Ade
|song=Menjaring Matahari
|album=
|language= Indonesian
}}

![Festiwal FAMA 2026: drugi dzień. "Dlaczego pszczelarze nie mogą żyć w pokoju" [RELACJA]](https://i.iplsc.com/000N7WHM09BQTYDV-C492.webp)

![Sławomir Przybył o festiwalu FAMA: Sztuka jest bardziej humanitarna niż cyfrowa [WYWIAD]](https://i.iplsc.com/000LKZ8BBHHYGB88-C429.webp)
![Martyna Baranowska: "Dla mnie ważniejsza od samego brzmienia jest intencja" [WYWIAD]](https://i.iplsc.com/000N6UFXDVD6SJ9O-C429.webp)

![N.U. Unruh, Einstürzende Neubauten: "Podpalaliśmy sceny, ale ludzie zaczęli tego od nas oczekiwać" [WYWIAD]](https://i.iplsc.com/000N6A8ACT4324FR-C429.webp)